Tulisanku

Showing posts with label Tulisanku. Show all posts
Showing posts with label Tulisanku. Show all posts

Monday, August 24, 2015

For a man who just cracked inside





Bismillah....


"Gua capek!" ujarnya setelah hening yang panjang. Dia datang bilang mau cerita, tapi sudah belasan menit berlalu dan tidak ada kalimat berarti yang keluar dari mulutnya. Dan kalimat ini adalah kalimat pertamanya sejak aku bertanya 'Loe kenapa?' beberapa menit lalu. Matanya menerawang jauh, terlihat lelah. Aku hanya menatapnya heran. Capek? Sejak kapan kata ini ada dalam kamusnya? "Gua gag boleh bilang capek ya?" tanyanya seolah tau isi otakku. 

"Bukan! Tentu aja boleh, tapi aneh aja....!" 

"Barusan nelfon bokap. Dan seperti biasa, endingnya selalu menjungkirbalikkan emosi gua!"

".........." aku hanya diam. Sangat mengerti hubungannya dengan sang ayah. 

"Loe tau gua orang hebat bukan? Gua kuat! Tangguh! Keras! Tak terkalahkan, bukan? Tapi hari ini gua bener-bener capek! Lelah!"

".........." lagi-lagi aku hanya diam. Aku tau, diam satu-satunya hal terbaik yang bisa kulakukan untuknya.

Sunday, August 23, 2015

Duet Nulis bareng Nyukik..


Authors: Deslani Khairunnisa’, Rizky Abdillah
Editor: Deslani Khairunnisa’

“Kamu tidak bisa seperti ini terus!” laki-laki itu menatap perempuan didepannya sambil mendengus kesal. Sementara yang ditatap sedang sibuk mengunyah makanannya, entah mendengarkan entah tidak.
“Kau tidak mendengarku?”
“Umm??” perempuan itu mengangkat kepalanya dengan mata lebar, lalu mengerjap beberapa kali. “Kau harus coba ini!” ujarnya cepat sambil menaroh sepotong paru goreng ke sudut piring laki-laki itu – yang bahkan isinya masih utuh.
“Kenapa kau selalu seperti ini?”
“Seperti apa?” acuh tak acuh perempuan itu malah balik bertanya.
“Oke...” laki-laki itu menghela napas panjang sambil memperbaiki posisi duduknya. Dia tau sekeras apa kepala makhluk dihadapannya. Perempuan ini tak bisa dihadapi dengan cara seperti ini. “Ini terakhir kalinya aku mendengar kau tak makan dua hari!”
“Good! Artinya kita akan terus makan bersama!” mata si perempuan berbinar disertai anggukan mantap – seolah dia baru saja menyimpulkan sesuatu dari perdebatan alot.
“Yaaaakkk! Kau belum paham juga? Kau tak bisa terus-terusan seperti ini. Bagaimana mungkin kau tak makan dua hari hanya karena kau tak punya teman makan?”

Just stay there, then




“Kau mulai merasakannya?” tanyanya sambil meregangkan tubuhnya. Dia berdiri membelakangiku, sekitar dua meter didepanku.
“Apanya?” tanyaku bingung.
“Ketakutan!” dia berbalik kearahku. “Akan semuanya!”
“Eh?”
“Kau mulai merasakannya, bukan?” dia sudah duduk disampingku.
Aku tercekat.
“Perlukah kita lari?” tanyanya setelah sekian lama. Aku hanya menatapnya bingung. “Kalau terlalu berat, aku bisa membawamu pergi!”
“Tunggu! Apa kau sedang mencoba membuatku menyerah?”
“Hahaa,, See? Kau ketakutan!” dia tertawa tanpa rasa bersalah.
“Ti-tidak..”
“Kau selalu berburuk sangka ketika takut!”
“A-aku hanya.......”
“Bukan masalah menyerah atau tetap bertahan. Tapi dirimu! Dengan semua yang sudah kau korbankan! Semua kesempatan yang kau lepaskan! Semua sakit yang kau tanggung, dan juga kau tularkan ke orang-orang disekitarmu, apa kau bahagia?”
Aku tercekat, lagi-lagi. Rasanya sakit mendengar semua kebenaran itu. “Kau tau aku benci diceramahi!” ujarku datar – akhirnya.
“Well... Berburuk sangka lagi!” dia tersenyum – mengejek.
“Aku bilang aku tidak..........”
“Aku hanya tidak bisa melihatmu lebih sakit lagi!” ujarnya lemah. Aku menangkap kelelahan dalam suaranya.
“Kau bisa pergi kalau begitu!” entah apa yang ada di pikiranku sehingga kalimat ini yang akhirnya keluar dari mulutku.
“......... Hahahaaa...” dia terdiam sejenak sebelum akhirnya tertawa keras. “Sekarang kau yang mencoba membuatku menyerah! Hahaaa...” dia menggulung lengan kemejanya dan mulai berbaring diatas rerumputan dibawahnya. “Waahh. Cuaca yang bagus! Apa kita harus berkebun?” tanyanya riang sambil merengganggkan badan.
Aku tersenyum, paham. “Sounds good!”


Kamar kehidupan, March 07th 2015
Terkadang, ada kata yang tidak perlu diucapkan. Ada persoalan yang tidak harus dibahas. Ada masalah yang tidak butuh penyelesaian. Semua yang dibutuhkan adalah seorang sahabat untuk mengerti, tidak banyak bertanya dan tidak pernah meninggalkan. For staying here, thanks!


Thursday, July 21, 2011

Nice Quote from Novel


Sebelumya mau ngingetin bahwa mungkin judul tulisan ini agak menjebak. Seperti apa jebakannya? Cekidot. *gubrak* 

Misi liburan udah mulai berjalan, meski gag terlalu mulus. Tapi gag papa, aku emang gak berharap banyak dengan liburan kali ini.

Well, salah satu misi liburan kali ini adalah namatin baca belasan buku yang selama ini cuman pajangan doang. Aku emg rajin (banget) beli buku. Tapi males baca. Well, ini penyakit baru setahun belakangan dan belum ditemukan obatnya.

Jdilah aku memanfaatkn waktu liburan ini untuk melahap mereka semua.

Hmm, sebenernya mau ketawa ingat kejadian 3 hari lalu. Niat mau ke ATM, eh tapi malah nyangkut di toko buku. Lagi promo, beli 2 dapet 1. Oho, lets hunting Lan! *Indonesia banget, langsung aja melek kalo ada yang gratis* 

Jadilah mampir, dan ternyata bukunya lumayan juga. Dengan uang pas-pasan di dompet, ditambah omongan mbak penjaga toko, "Promonya cuman sampe hari Minggu lho dek. Kan Senennya udah sekolah." 

He? Apa hubungannya? 

Hmm, jadilah aku berhasil mengantongin 4 buah buku. Kalo kakakku tahu, aku pasti bakal diomelin, secara dirumah masih ada banyak buku yang masih disegel. Artinya, belum dibuka sejak beberapa bulan lalu. Boro-boro dibaca. Bener-bener pemborosan dan gak pake mikir. 

Well, sebenernya aku sangat mikir tentang ini. *tuh kan gak nyambung dengan judulnya* 

Pertama, ini buku bagus. 

Kedua, pake promo lagi.

Ketiga, daripada aku ngabisin duit buat beli pulsa, mending buat buku kan? 

Keempat, liburku 3 bulan (katanya), tentunya aku punya banyak waktu ngelahap tu buku. 

Kelima, kapan lagi aku punya kesempatan ke toko buku? Minggu depan mulai kerja. Palingan 2 atau 3 minggu, artinya aku gak bakal bisa kemana-mana (kecuali kalo aku nekad (kayak biasa), tapi harus siap mental dihadang uni di garase sambil ngacungin golok) 

Keenam, apa lagi yah? 

Whateverlah, pokoke aku mikir.. 

Waduh, aku ngebahas apa ini? Judulnya apa, isinya kemana. Makanya, don't jude a note by its tittle.

Kembali kejalan yang bener, aku akan bicara sangat sedikit tentang buku yang udah kubaca. Rekor baru, aku namatin baca ni buku dalam 1,5 hari. Yee, keren. Plok plok plok. *plak* 

Sejak 2 taun belakangan aku emang bermasalah dengan buku atau apapun yang ada hurupnya. Boro-boro buku kuliah yang setingggi lutut, Doraemon aj aku namatinnya sebulan. Parah bgt. Gak kayak dulu lagi. Ketika aku tamatin Harry Potter dalam 2 hari, pdhl masih SMP itu.

Well, judulnya The Village Bride of Beverly Hills oleh Kavita Daswani. Fyi, ini novel India pertama yang aku baca. Well, ceritanya keren dan penuh kejutan. Dan, sedikit banyak aku ngerasa senasib tapi tak sepenanggungan (karna ditanggung masing-masing) dengan Priya, tokoh utama dalam novel ini. Nasib seperti apakah itu? Silakan baca sendiri nopelnya. 

Hmm, inilah dia inti dari tulisan gaje ini, tanpa maksud apa-apa dan juga tanpa niat apa-apa, cuman suka aja paragraf ini. Ini adalah ungkapan Sanjay kpd Priya (mereka suami istri ya) tepat didepan Taj Mahal. *walau setahuku tepat di 2 halaman terakhir novel ini* *edan* 

 "Ketahuilah, setiap kali kau merasa tidak diinginkan di dunia dan oleh orang2 di dalamnya, kau diinginkan dlam duniaku. Mungkin aku tidak tahu banyak, tetapi aku tahu kekosongan hatiku tanpamu. Aku akan belajar melengkapimu, seperti juga kau melengkapiku.." (Village Bride of Beverly Hills (p.335), by Kavita Daswani)

Hmm, so sweet. Apa rasanya kalo ada yang bilang itu ke aku? Stroberi? Anggur? Melon? Vanilla? Atau coklat? *ini jualan apa yak?* 

Serius nih, pastinya rasanya berbunga-bunga, terus jadi kupu-kupu, trus melintasi 5 benua, menyelami 3 samudera, melayang ke angkasa, membelah langit menggapai bulan dan akhirnya 'bruukkh', kembali kebumi, patah kaki, patah tangan, jadinya kayak mumi. 

What next? Makan, trus beres-beres garase, lalu jemput buku-buku ke rumah tetangga. (Sampai hari ini masih misteri, tu rumah punya siapa? Kok bisa-bisanya kuncinya ada ama gua?)

Besok mulai dinas, mudah-mudahan lancar. Dan kalo bisa ada kejutan kayak taon kemaren. Haha, ngarep. *ngomong apaan coba? Tuh kan, gak nyambung banget dengan jdulnya* Abisnya untuk tulisan sekomplit ini aku bingung mau ngasih judul apa, banyak banget bahannya, kayak gado-gado campur rujak. Nah loh? Apa coba. 

 

Kamar kehidupan, July 10th 2011 @ 02:52pm 
(udah sore toh, pantesan perut gue berontak terus dari tadi. Plis maag jangan kambuh. Plis, bisa berabe ini urusan)