Friday, July 13, 2012

Ramadhan taun lalu? Bisakah seperti ini lagi (taun ini)?

Posted by Deslani Khairunnisa' at Friday, July 13, 2012
Bismillah...

Catatan lama yang kutemukan ketika mengobok-obok file laptopku... Catatan pas Ramadhan taun lalu. Disaat aku dekat denganNya, kurasa. Kenapa sekarang gag bisa Lani? Kenapa sekarang makin jauh aja? Kenapa kau makin jauh Lani... Kau tau Lani, dirimu payah sekali... 

Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin....
SubhanAllahiwabihamdih... Allahu akbar...
Puji syukur aku haturkan kepada Rabb semesta alam, yang tidak pernah tidur, yang senantiasa mengurus makhluk-Nya. Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang..

Wallahughafuururrahiim... Sungguh aku tak mampu menahan derai airmata ini. Seakan bukan keluar dari mataku, melainkan dari hati sebagai ungkapan penyesalan dan pengakuan atas gelimangan dosa yang selama ini menyemak didalam sana.

Aku tidak paham Bahasa Arab, tapi Alhamdulillah di Ramadhan penuh rahmat ini aku mencoba sedikit belajar. Kalimat-kalimat indah berupa do’a atau penguatan untuk hati dan imanku, senantiasa aku catat dan ingat [sedikit demi sedikit]. Dan ayat diatas bersama potongan ayat ‘waulaaika ash-haabunnaar, humfiihakhaaliduun’, adalah potongan yang menggema direlung-relung jiwaku. Astaghfirullah al’adziim, laahaulawalaa quata illabillah.
Ya Rabbi, aku adalah hamba-Mu yang kecil, rendah lagi hina. Apalah diriku dibandingkan hamba-hambaMu yang sholeh dibelahan bumi sana. Apalah aku dengan timbunan maksiat yang mematikan hatiku. Apalah diri ini dengan secuil amal yang belum tentu-pun Engkau terima.

Ya Allah, apa jadinya diri ini tanpa kasih dan sayang-Mu? Siapa aku tanpa rahmat-Mu? Ya Allah, ampuni dosa hamba yang sungguh tak terhitung. Terimalah amal ibadah hamba yang cuman seujung kuku.
Aku ingat akan dosa-dosaku. Ketidaksyukuran-ku atas takdir yang sebenarnya sungguh indah yang Kau gariskan atas hidupku. Ketidak-ikhlasan-ku dalam melakukan segala hal. Kebodohanku, ketidaktahuanku, kelemahan iman ini dalam menghindari maksiat. Ya Allah, beri hamba ampunan-Mu. Bersihkan diri hamba ya Rabb....

Entah apa yang Allah ingin tunjukkan padaku malam ini. Dalam rukuk-ku aku ingat tulisan yang baru kemaren aku baca. “Ingatlah hari dimana Allah sangat murka. Allah tidak pernah semurka itu sebelum dan sesudahnya. Dia membiarkan hamba-Nya menunggu penghisaban selama ratusan [atau ribuan? Ana lupa] tahun. Hari dimana seorang ibu tidak mengenal anaknya, anak tidak mengenal ibunya. Semua sibuk dengan diri masing-masing. Ketakutan akan murka Allah..........” [kira-kira begitu isinya].

Ya Allah,, aku takut. Takkkuuuut sekali. Dengan cara apa aku akan mati? Apa yang akan jadi kalimat terakhirku? Apa yang akan aku bawa? Adakah bekalku yang mungkin akan Kau lirik untuk menyelamatkanku dari murka-Mu ya Rabb? Dari pedihnya azab-Mu? Dari neraka-Mu?? Adakah aku akan berbahagia setelah penghisaban itu? Atau derita tak berkesudahan akhirku? Na’udzubillah..

Ya Allah, ampuni hamba... teguhkan iman didada hamba. Ingatkan hamba selalu akan diri-Mu ya Rabb.. Rangkul hati hamba, jangan Kau lepaskan... Cukup sudah ia jadi bahan mainan syetan laknatullah... Ya Allah, jauhkan hamba dari neraka-Mu. Matikan hamba dalam keadaan husnul khatimah. Aku mencintaimu ya Allah...

                Renungan tengah malam, kamar kehidupan-10 Ramadhan 1432H [100811]

Nb: Dengan tumpukan THR yang datang siang tadi [Alhamdulillah], harusnya aku bahagia malam ini. Tapi kenapa aku malah bersedih hati? Dan tiba-tiba saja dunia ini jadi begitu kecil-nyaris tak berarti.

0 comments:

 

Journal of an unbeatable stubborn dreamer... Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea