Wednesday, July 06, 2011

Aku Menyerah, bener-bener menyerah... *sumpe de..

Posted by Deslani Khairunnisa' at Wednesday, July 06, 2011
Bismillah... 

Ma’af aku tidak membalas smz’mu lagi. Mungkin gag akan ada lagi. Semua berakhir... Ya, bener-bener berakhir.

Kamu adalah satu dari sangat sedikit orang yang tahu diriku. Sangat bersyukur memiliki seorang teman seperti dirimu. Tapi mungkin kamu lupa atau pura-pura lupa bahwa aku sangat sering mengatakan bahwa ‘teman itu WAJIB dipilih’. Aku tak seperti dirimu yang bisa berteman dengan siapa saja. Aku tak banyak teman, tapi temanku adalah orang-orang yang lolos seleksiku. Dan kamu tahu itu.

Mari kita liat kebelakang beberapa tahun lalu. Kesalahanmu yang sangat fatal aku ma’afkan dg lapang dada. Pun kamu aja heran kenapa aku begitu mudah mema’afkanmu. Aku coba berfikir mgkin ini cara Allah untuk pertemukan kita, untuk aku mengenal seseorang sepertimu yang sungguh belum pernah aku temui dikehidupanku sebelumnya. Asal kamu tahu aja, sungguh berat waktu itu menerima semua kebohonganmu. Mungkin aku terlalu polos atau apa, tapi AKU TIDAK BODOH. Jangan kira aku mema’afkan itu semua karna bodohku, karna lemahku, karna harapku akan dirimu. TIDAK. Aku hanya ingin merobahmu, membawamu kejalan yg bener, mengajakmu mengenal Tuhan-mu. Itu aja, gag lebih [Insya Allah]. 

Aku udah menyerah sebelumnya. Lelah dan putus asa menghadapimu. Tapi aku mungkin terlalu lemah dan gag tegas waktu itu. Beberapa smz darimu aja langsung membuatku luluh dan mengabaikan keputusanku itu. Dan akhirnya kembali peduli padamu tapi tetap dg harapan yang sama, kamu akan berubah- berubah yang sebenernya. Tapi apa???
Aku pernah bertanya pdamu, apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu berubah. Kamu hanya tertawa dan meyakinkanku bahwa kamu akan berubah pada saatnya nanti. Kapan?? Saat malaikat maut menghampirimu? Saat dirimu akan dihisab? Saat penyesalan itu tak ada artinya? Tahu darimana esok kamu masih bernapas? Tahu darimana umurmu akan panjang? Ahh,, udahlah, aku yakin kamu udah bosan denger ceramahku ini. Lagian kata-kataku udah habis untuk dirimu. Gag tahu lagi kata seperti apa yang bisa kau mengerti dan terima.

Mungkin kamu kecewa, tapi biar aku jelaskan disini siapa yang lebih pantas kecewa. Bertahun-tahun aku mencoba mengetuk pintu hatimu, membawa lilin kecil yang rapuh yang kuharap bisa sedikit menerangi hatimu, sayup-sayup membisikkan kata-kata dengan lirih berharap akan membuka telingamu. Aku menerima dirimu apa adanya, tak ada sebenernya yang bisa kuharapkan dari pertemanan kita. Kalau aku bisa bilang hanya merepotkan diriku saja. Mendengar curhatmu yang panjang, masalahmu yang berkisar itu-itu aja yang gag pernah ada habisnya. Ikut uring-uringan bantuin cari solusi masalahmu. Bolak-balik Al-Qur’an untuk mencari satu ayat yg mgkin cocok untuk kondisimu saat itu. Buka kitab hadits untuk sekedar menenangkan hatimu, atau memeras otakku mencari jalan untukmu. Meladenin smz’mu ditengah malam pekat, bahkan disela-sela antrian ujian-pun aku masih sempet2nya balas sms’mu. Disaat sedang belajar mau ujian, juga setia mendiamkan tugasku demi mendengarkan dirimu. Tidakkah itu ada harganya? Itu tidak pernah terjadi pada teman2ku yg lain. Aku dengan tegas bisa mengatakan kepada mereka, “Sorry fren, aku besok ujian. Lain kali aja ya?? Sorry banget!” Tapi aku tak pernah melakukan itu padamu. Aku selalu membuka diriku untumu, tanpa pernah mengharap apa-apa. Hanya berharap kamu membuka hatimu menerima ‘jalan’ ini dan berubah. Sedikiit saja.. tapi aku tak mendapatkannya, malah yg aku liat kamu ‘sengaja’ menutup hatimu dan menyalahkan keadaan dan lingkungan. C’monn... Aku gag tahu lagi menghadapimu. Sekarang beri tahu aku, siapa yang lebih pantas kecewa??  

Sekarang, mulai detik ini aku berlepas diri darimu. Aku udah berusaha semampuku dan selama aku mampu. Kamu tak akan mendengar apa-apa lagi dari diriku. All is over. Mungkin setelah memastikan kau membaca tulisan ini, aku akan langsung me-remove’mu. Silakan melangkah sendiri. Sekarang hanya bisa berdo’a semoga Allah membuka hatimu, semoga dirimu berkenan mengikuti cahaya itu.. Ameen...
Jadi ingat ayat Al-qur’an yg sering kuhayati:
“Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya membatu)? Maka celakalah bagi mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” [Az-Zumar : 22]
“Barangsiapa yang dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barangsiapa dikehendakiNya sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” [Al-An’aam: 125]
Silakan hayati dan pikirkan!!!!
         
 Kamar kehidupan, April 17th 2011 @ 01:35pm
 

3 comments:

cowww said...

akhirnya setelah sekian lama ketemu juga blog ni.
jadi ini alasannya.
oke, gw akan berubah.

Deslanie N.K said...

He?? Lgi OL jga ya???

Allan said...

Iya Lan.
ya gimana loe bakal tau, orang gw lu remove di fb.
kalo dipikir2 lu kejam jg ya.
tapi gag papalah, salah gw jugak
gimaana kabar low? dah lama banget

 

Journal of an unbeatable stubborn dreamer... Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea