Thursday, July 21, 2011

5 POIN NILAI DAN KEPERCAYAAN

Posted by Deslani Khairunnisa' at Thursday, July 21, 2011

  1. Setiap orang adalah individu dan unik.
         Manusia diciptakan utuh oleh Sang Khalik. Utuh disini maksudnya adalah manusia terdiri dari jiwa dan raga, jasmani dan rohani. Ini bermakna manusia adalah sebagai individu/pribadi.
         Setiap manusia adalah unik. Setiap manusia diciptakan Allah berbeda. Anda tak akan pernah menemukan 2 manusia yang persis sama dibumi ini, sekalipun mereka kembar. Dengan ke-spesifikan-nya sebagai makhluk, setiap manusia memiliki keunikan tersendiri, yang tak akan pernah sama satu dengan yang lainnya. Meskipun disatu sisi, seseorang memiliki kekurangan, dia pasti memiliki kelebihan dari aspek yang lain.
         Jadi manusia diciptakan dengan kesempurnaan dan keunikannya sebagai individu.

  1. Setiap orang layak untuk dihargai dan dihormati
         Bertitik tolak dari sifat manusia sebagai individu yang unik tadi, sudah selayaknya kita sebagai sesama manusia saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Karena sejak lahir, setiap insan memiliki hak asasi yang sama, yang meliputi hak hidup, hak mengeluarkan pendapat, serta hak untuk dihormati dan dihargai. Penghormatan dan penghargaan akan hak asasi manusia tak bisa dipungkiri memang merupakan suatu kebutuhan atau bahkan keharusan bagi setiap individu. Setinggi apapun jabatan seseorang, secantik atau setampan apapun ia, kalau dalam masyarakat dia tak dihargai dan dihormati, tak akan ada hasilnya. Dia tetap akan merasa hina dan tak dianggap.
         Secara harfiah, penghargaan dan penghormatan terhadap diri seseorang berpengaruh kepada perkembangan psikologis individu yang bersangkutan. Kalau seseorang sudah dihormati dan dihargai dalam suatu lingkungan, sudah pasti psikologisnya akan lebih baik.

  1. Selalu ada alasan untuk setiap  tindakan seseorang
         Sebagai makhluk yang paling sempurna, manusia dianugerahkan akal dan pikiran sebagai alat untuk menimbang (baik dan buruk) dalam kita melangkah menjalani kehidupan. Dengan akal dan pikiran tersebut, otomatis setiap tindakan yang kita lakukan, terlepas itu baik atau buruk, benar atau salah, pasti kita punya alasan untuk melakukan hal tersebut. Seseorang yang berbuat jahat sekalipun pasti punya alasan melakukan hal tersebut, walaupun terkadang alasannya kurang bisa diterima akal sehat kita. Tapi intinya setiap individu memiliki alsan untuk semua hal yang dilakukannya.  
         Hanya orang yang tak punya akal dan pikiranlah yang sama sekali tidak tahu apa yang dilakukannya dan kenapa dia melakukan hal tersebut. Dan orang seperti ini, biasanya bukanlah manusia normal, kemungkinan besar ada yang salah dalam sistem sarafnya, sehingga tak mampu lagi mengontrol segala tindak tanduknya sendiri.

  1. Setiap orang mampu mempelajari perilaku yang baru maupun perilaku yang telah ada namun belum dipelajari
         Sebagai individu dengan segala keunikan yang dimilikinya, setiap insan mampu mempelajari perilaku baru yang muncul dalam lingkungannya. Kita ambil contoh seorang mahasiswa dari daerah yang melanjutkan pendidikannya kekota. Sebagai orang baru dalam lingkungannya (campus) pasti banyak perilaku  baru yang dia dapat, dan hal tersebut bisa dipelajarinya. Misalkan dalam cara belajar, pastilah cara belajar diperguruan tinggi jauh berbeda dengan masa SMA dulu. Dan dia bisa belajar cara belajar yang benar kekakak seniornya. Dari sini dia akan menimbang, apakah perilaku baru tersebut benar atau salah.
         Tak hanya perilaku baru yang benar-benar baru, perilaku yang sudah ada dalam masyarakat tapi belum dipelajari,bisa dipelajari oleh setiap insan. Manusia dibekali akal dan pikiran untuk mempelajari dan menelaah setiap kejadian (termasuk perilaku) dalam lingkungannya. Lebih jauh lagi, setiap individu bideri kemampuan untuk menganalisa setiap proses yang terjadi dalam hidup dan kehidupannya, dalam konteks ini perilaku.

  1. Seseorang dari latar belakang sosial dan budaya yang beragam berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Hal itu merupakan tanggung jawab helper untuk memberikan pelayanan yang sesuai dan bermanfaat
         Dalam komunitasnya hidup bermasyarakat, manusia memiliki latar belakang sosial budaya yang berbeda. Ada kaya, ada miskin, ada orang kota, ada wong deso, ada Minang, Jawa, Batak dan lain sebagainya. Seorang perawat berperan sebagai helper bagi mereka yang membutuhkan (bidang kesehatan), harus mampu melayani masyarakat secara objektif. Artinya, dalam menjalankan perannya seorang perawat haruslah mengenyampingkan latar belakang sosial budaya seorang klien. Walaupun dalam prakteknya di masyarakat banyak dijumpai penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan para perawat dalam masalah ini.
         Sebagian besar menusia, cenderung bersikap baik, lemah lembut dan hormat kepada mereka yang memiliki kelebihan-kelebihan, seperti kaya, terpandang, cantik, tampan dan lain sebagainya. Sifat inilah yang harus disingkirkan jauh-jauh oleh pribadi seorang perawat. Karena perawat mengabdi untuk masyarakat, bukan untuk perseorangan. Dan seorang klien (siapapun dia dan apapun latar belakangnya) seperti yang sudah disinggung pada poin 2 diatas, layak untuk dihargai dan dihormati.  

Referensi:
materi searching (tepatnya lupa, gag dicantumin kemaren, ne bahan tugas 2 taon lalu), ditelaah pake otak...

0 comments:

 

Journal of an unbeatable stubborn dreamer... Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea