Thursday, June 23, 2011

Siksaan atas para pelaku maksiat

Posted by Deslani Khairunnisa' at Thursday, June 23, 2011

Bismillah....

Pelajaran penting,,, semoga bermanfaat.....

Dari Samurah bin Jundub, Rasulullah bertanya kepada sahabatnya, “Apakah ada salah satu diantara kalian yang bermimpi tadi malam?”
Kemudian ada salah seorang yang menuturkan mimpinya sesuka hatinya. Sementara itu, pada suatu pagi Rasulullah SAW sendiri berkisah kepada kami:

Tadi malam dua orang datang menghadapku. Kedua orang tersebut diutus kepadaku dan berkata, “Pergilah!” kemudian aku pergi bersama mereka, lalu kami sampai ke tempat seseorang yang sedang berbaring dan ada seorang lagi yang membawa batu besar. Orang tersebut kemudian menjatuhkan batu itu ke kepala orang yang sedang berbaring hingga pecah. Lalu batu itu menggelinding dan orang tersebut memungutnya kembali. Orang yang membawa batu tadi tidak kembali lagi sampai pagi harinya hingga kepala yang terkena batu itu datang lagi. Lalu ia melakukan perbuatan sebagaimana yang dilakukan pertama kalinya. 
Mereka berdua berkata kepadaku, “Pergilah kamu!”
          Kemudian kamipun pergi hingga sampai kesuatu tempat yang mirip dapur tempat memasak roti. Dari dalam tempat itu terdengar suara hiruk pikuk dan gaduh. Kamipun melihatnya. Ternyata didalamnya ada beberapa orang laki-laki dan perempuan telanjang. Tiba-tiba dari bawah mereka keluar kobaran api yang menjilat-jilat. Lalu mereka berteriak-teriak kepanasan.”
          Akupun bertanya kepada keduanya, “Siapakah mereka ini?”
          Keduanya menjawab, “Pergilah!”
          Kemudian kami pergi lagi hingga kami sampai disebuah sungai yang airnya merah seperti darah. Didalamnya ada seorang laki-laki yang sedang berenang, sedang di tepi sungai tersebut berdiri seorang laki-laki yang mengumpulkan batu yang banyak. Laki-laki didalam sungai berenang kesana-kemari hingga akhirnya sampai ke tepi, kemudian laki-laki yang membawa batu tadi membuka mulutnya lalu menyuapkan batu kedalamnya. Selanjutnya laki-laki itu pergi sambil berenang dan kemudian kembali lagi mendekat kepada orang yang mengumpulkan batu dan kembali menyuapkan batu kedalam mulut perenang itu. Aku lantas bertanya lagi, “Siapakah kedua orang ini?”
          Kedua sahabatku lantas menjawab, “Pergilah!”
          Kami kemudian pergi lagi hingga bertemu dengan seorang laki-laki yang wajahnya sangat buruk dan menjijikkan yang belum pernah kami temukan orang seburuk dan menjijikkan seperti itu. Disamping laki-laki tersebut ada api yang terus berkobar sambil berlari-lari kecil mengelilinginya. Aku kemudian bertanya kepada kedua orang temanku itu, “Siapakah lelaki ini?”
          Kedua temanku menjawab, “Pergilah saja!”
          Kami bertiga pergi lagi hingga sampai disuatu perkebunan yang banyak ditumbuhi tanaman dan bunga-bunga. Ditengah-tengah perkebunan tersebut ada seorang lelaki yang sangat tinggi, sehingga hampir aku tidak dapat melihat kepalanya. Disekitar lelaki tersebut banyak sekali anak-anak kecil yang sedang mengelilingi sehingga aku tidak dapat mengetahui berapa jumlahnya.
          Aku kemudian bertanya, “Siapakah lelaki ini? Siapa pula mereka itu?”
          Kedua temanku masih berkata kepadaku, “Pergilah!”
          Kami kemudian pergi lagi hingga akhirnya sampai kesebuah pohon yang sangat besar dan indah yang mana aku belum pernah melihat pohon yang sebesar dan seindah itu. Kedua orang temanku lalu berkata, “Naiklah!”
          Kami akhirnya menaiki pohon besar itu hingga kami sampai disebuah kota yang dibangun dengan menggunakan batu-batu yang terbuat dari emas dan perak. Kami mendekati pintu kota tersebut dan memohon agar dibukakan pintunya. Pintu kota itu lalu dibukakan untuk kami dan kami memasukinya. Didalamnya terdapat beberapa orang laki-laki yang sebagian mereka berwajah sangat tampan yang belum pernah kami melihat wajah yang setampan itu, sedangkan sebagian yang lain berwajah sangat buruk yang juga belum pernah kami melihat wajah seburuk itu.

Kedua temanku lalu berkata kepada mereka, “Pergilah kalian dan kemudian masuklah kedalam sungai itu.”

 Tiba-tiba didepanku terdapat sungai yang sangat lebar yang airnya mengalir sangat jernih. Mereka kemudian pergi dan masuk kedalam sungai tersebut. Setelah selesai mandi mereka kembali kepada kami sedangkan keburukan yang ada pada wajah mereka telah berubah menjadi tampan.
          Kedua temanku itu berkata, “Inilah yang dinamakan surga ‘Adn, sedangkan yang ada disana itu adalah tempatmu.” Aku kemudian mendongakkan kepalaku keatas, tiba-tiba aku melihat sebuah istana seperti awan putih. Kedua sahabatku itu lalu berkata, “Ini adalah tempatmu.”

Aku berkata kepada mereka berdua, “Semoga Allah memberikan berkah-Nya kepada kalian berdua.”

Kemudian sahabatku itu membawaku terbang kesana hingga aku ingin memasukinya. Mereka berkata kepadaku, “Sekarang kamu belum boleh memasukinya, tapi nanti kamu pasti akan memasukinya.”

Aku berkata kepada kedua sahabatku itu, “Pada malam ini aku telah menyaksikan beberapa keajaiban, lalu apakah maksud dari semua itu?”

Mereka berkata, “Kami akan menceritakan semua ini kepadamu. Lelaki pertama yang kau lihat tadi yang kepalanya pecah dihantam batu adalah laki-laki yang telah mempelajari Al-Qur’an, tetapi ia sendiri tidak mau mengamalkan isinya dan ia tidur tanpa melakukan salat fardu terlebih dahulu. Sedangkan lelaki yang sedang disobek sudut mulutnya, hidungnya, matanya sampai ke tengkuknya, dia adalah seorang lelaki yang pagi-pagi keluar dari rumahnya kemudian menyebarluaskan berita bohong sampai beberapa penjuru. Mengenai beberapa orang laki-laki dan wanita yang telanjang bulat yang berada di dalam sebuah bangunan seperti dapur memasak roti tadi, mereka itu adalah para pezina. Adapun lelaki yang kamu datangi sedang berenang di sungai dan diberi makan batu tadi, dia adalah orang yang suka makan riba. Sedang lelaki yang rupanya sangat menjijikkan yang berada di dekat api dan terus mengobar-ngobarkannya, ia adalah malaikat penjaga neraka Jahanam. Lelaki yang sangat tinggi yang kamu lihat ditengah-tengah perkebunan tadi, beliau adalah Nabi Ibrahim. Sedangkan anak-anak yang mati dalam keadaan fitrah (mati sebelum baligh).”

Sebagian sahabat kemudian bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah mereka termasuk anak-anak orang musyrik.”

Beliau menjawab, “Ya, termasuk anak-anak orang musyrik. Mengenai orang-orang yang wajahnya sangat tampan sedang sebagian yang lain berwajah sangat buruk, mereka itu adalah orang-orang yang mencampuradukkan amal shaleh dengan amal buruk, tetapi mereka telah mendapatkan ampunan dari Allah.”

Referensi: Ibn Qayyim Al-Jauziyah. (2005). Siraman Rohani bagi yang Mendambakan Ketenangan Hati. Jakarta: Penerbit Lentera.


  Dirangkum di kamar kehidupan, March 13th 2011 @ 11.00pm

0 comments:

 

Journal of an unbeatable stubborn dreamer... Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea