Friday, May 20, 2011

Secuil kisah tentang Perjuangan Melupakannya

Posted by Deslani Khairunnisa' at Friday, May 20, 2011 0 comments Links to this post

Bismillah...
Sebenarnya sangat tidak ingin mengungkapkan hal ini, tapi ada satu bagian dalam diriku yang selalu dan selalu saja mendorongku untuk mengabadikan setiap tetesan airmata yang entah sudah berapa banyak yang kukorbankan untuk kisah ini. Kisah??? Kisah apaan??? Kisah yang mana?? Hahaha, ingin rasanya menertawakan diriku sendiri, Lanie yang malang, Lanie yang bodoh, Lanie yang sinting, dan Lanie yang entah apa lagi. Bodoh sekali, bego’... Ampuni hamba ya Rabb...
Well, kalau saja aku mampu memahami sedikit lebih wajar perjalanan ini, maka akan kudapati kewarasanku menyadari bahwa kisah ini udah berakhir, udah tamat, the end, all is over.. tapi ternyata tidak, karena ternyata aku masih belum bisa menerima bahwa ini semua udah bener-bener berakhir.

Saturday, May 14, 2011

Siapa Idolamu? Adakah Muhammad SAW masuk dalam daftarmu???

Posted by Deslani Khairunnisa' at Saturday, May 14, 2011 0 comments Links to this post

Bismillah....

            Miris terkadang melihat para anak muda Islam sekarang. Bahkan sebenarnya ‘miris’ aja tidak mampu untuk menggambarkannya. Mungkin kata yang lebih tepat adalah menyedihkan atau bahkan memilukan. Na’udzubillah...

            Generasi muda Islam yang diharapkan menjadi penerus tombak Islam, meneladani dan mengidolakan Rasulullah SAW yang mulia, faktanya lebih mengenal dan menyanjung ‘fulan’ si-pemain film atau ‘fulan’ si-penyanyi. Laailaahaillallah.. Kalau ditanya tentang Nabinya yang mulia, tidaklah mereka mengetahui melainkan hanya sedikit saja. Mungkin hanya sebatas ‘Muhammad adalah Rasul terakhir’, atau ‘Muhammad itu pembawa Al-Qur’an’, atau ‘Muhammad itulah bapak kami’. Ya, hanya sebatas itu, penulis telah membuktikannnya.

MELUPAKAN?? Harus bisa!!!

Posted by Deslani Khairunnisa' at Saturday, May 14, 2011 0 comments Links to this post


Bismillah....
  
    MELUPAKAN?? Ada apa dengan kata ini? Apa masalahku dengannya?? Melupakan, asal-usulnya adalah lupa. Ya, lupa. Tapi tentu aja 2 kata ini memiliki makna yang jauh berbeda. Lupa, hampir selalu dibayangkan bernilai negatif atau cenderung tidak diharapkan/diinginkan. Lupa bikin tugas, lupa makan, lupa minum obat, lupa bayar hutang. Sementara meLUPAkan, menurut definisiku adalah mengharapkan lupa akan sesuatu. Ingin melupakan mimpi buruk, kejadian memalukan, ingin melupakan seseorang, melupakan masa lalu, dll. Khusus 2 yang terakhir, emang agak bermasalah. Kenapa? Karena ini menyangkut hati-biasanya.

      Bicara tentang hati, ribet banget dah. Gag bakalan ada habisnya. Hati emang penuh misteri dan sangat sensitif. Mesti dijaga dengan ekstra hati-hati dan penuh kelembutan. Nah, sekarang bagaimana jika hati ‘dipaksa’ untuk melupakan sesuatu yang pernah membuatnya merasa sangat berharga dan berarti. Aku berani menjawab, TIDAK AKAN BISA. Hati berbeda dengan otak. Otak bisa melupakan sesuatu, bahkan sebagian orang memiliki otak yang sangat gampang melupakan, kurang lebih seperti otakku. Tapi hati?? Hati tidak akan melupakan. NEVER. Sesuatu yang telah masuk kedalam hati, bersemayam didalamnya, hidup bersama detak jantung sipemilik hati dan bernafas dengan helaan nafas sipemilik hati-tidak akan pernah keluar lagi. Ya,, apapun yang pernah singgah kehati, tak akan sirna, betapapun keras usaha sipemilik hati untuk mengusirnya. Itu akan sia-sia belaka. Ini persepsiku hari ini, dan aku sangat berharap suatu hari nanti persepsiku akan berobah atau dirobah, artinya aku BISA MELUPAKAN sesuatu yang pernah singgah dihati ini.

         Kamar kehidupan, March 19th 2011 @ 12:39

Wednesday, May 04, 2011

Ehmm,, Ehmm,, Harapan masa depan [belum saatnya kali]

Posted by Deslani Khairunnisa' at Wednesday, May 04, 2011 0 comments Links to this post

Bismillah...

Jika suatu hari nanti seseorang datang kepadaku menawarkan diri dan hatinya untukku,
Aku tak ingin ketika itu aku berharap dia cepat-cepat pulang dan tidak muncul lagi,
Aku tak ingin saat itu aku berharap gelengan kepala dari kedua orangtuaku,
Aku tak ingin saat itu aku berharap sesuatu yang buruk terjadi padaku, hingga dia mengurungkan niatnya,
Aku tak ingin saat itu aku membeberkan semua kejelekanku agar dia lari tunggang langgang meninggalkanku,,

Jika suatu hari nanti seseorang melantunkan ijab kabul untukku,
Aku ingin itu  adalah saat bahagiaku,
Aku ingin itu adalah hariku
Aku ingin menangis bahagia saat itu,
Bukan tangisan kecewa,
Bukan tangisan derita apalagi putus asa...
 

Journal of an unbeatable stubborn dreamer... Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea