Monday, February 14, 2011

My heart is under-contruction

Posted by Deslani Khairunnisa' at Monday, February 14, 2011


Bismillah....

Kemaren lewat Sudirman, macet banget. Ternyata ada perbaikan jalan. Aku tertegun ketika melihat ada spanduk yang sedang dikibarkan oleh seorang pekerja, UNDER CONTRUCTION, cuma kata itu yang berhasil kutangkap.. Masya Allah, apa bedanya dengan hatiku saat ini???? Aku meninggalkan Sudirman melaju menyusuri lorong-lorong hatiku.

Aku selalu menjaga hatiku dengan baik, telaten dan sangat spesial. Hati adalah hal yang paling kujaga sejak dulu. Aku senantiasa menundukkannya, istilahku-menakhlukkan hati sendiri. Takkan kubiarkan dia lepas kendali dan menjadi liar. Takkan mencari peluang yang bisa membuat hatiku sakit atau terluka. Tak kuizinkan penyakit apapun bersemai disana. Aku menjaganya dengan sangat hati-hati. Dan tak pernah bermain-main dengannya. Karena hatiku bersih dan suci.. Itulah [setidaknya] penilaianku tentang hatiku [dulu]..

Aku ingat beberapa hari yang lalu mendapatkan sebuah quote berharga dari sebuah film yang tak sengaja kudengar, “Jangan menyimpan masalah dalam hati, karena hati untuk menyimpan yang lain!” Tentu saja, hati untuk menyimpan yang lain. Dan aku menafsirkan ‘yang lain’ itu dengan cinta. Ya, hati untuk menyimpan cinta. Dimana lagi cinta akan disimpan jika tidak didalam hati?? Diumbar dilidah?? Dibiaskan pada mata?? Diekspresikan dengan tindakan?? Tidak, aku tak menganggap itu cinta.. Cinta adalah sesuatu yang suci dan terjaga. Bahkan lisan dan mata tak akan sanggup bicara atas namanya.. Hanya hatilah yang sanggup menampungnya... Menjaganya agar tetap mulia dan tak ternoda...

Kembali kehatiku, ‘sebuah’ cinta menghampiri menawarkan surga. Dan hatiku yang masih kosong senantiasa membuka. Menyambut cinta dengan segala kemuliaannya. Menerimanya dengan semua rasa yang mengiringinya. Dan aku tak mampu menolak, karena hatiku telah memilihnya... Dengan semua kegalauan yang mengiringinya aku ‘pasrah’, mungkin emang cinta yang ‘ini’ yang ditakdirkan untuk mengisi hatiku. Aku terima sambil terus menjaga hatiku yang sudah dihuni oleh cinta. Penjagaan ini tentu lebih berat dan hebat. Karena dihatiku sekarang ada harta yang paling berharga-cinta...

Itulah awal kisah cintaku. Aku tak mau menyebutnya cinta pertama. Karena bagiku cinta itu cuma satu. Dia tumbuh dan berkembang diluar dugaan. Mengiringi langkah kakiku, mengalir dalam pembuluh darahku, memenuhi otakku, ada dalam tiap helaan nafasku, dan menghangatkan hatiku. Ya, cuma dia yang satu dan tak akan berakhir...

Hariku terasa lebih bermakna dengan hadirnya cinta. Setiap kata yang terlontar adalah do’a. Semua hal yang kulakukan adalah usaha. Ya, semua jadi lebih bermakna. Awalnya kupikir akan susah mengurus cinta, bukankah hati yang kosong saja sudah begitu sulit menjaganya? Tapi ternyata tidak. Karena cinta tidak menuntut apa-apa. Dia tak mengharap balasan. Dan dia tidak meminta bayaran.

Tak ada yang lebih aku syukuri dari kehadirannya. Merasa bahwa inilah ‘cinta’ yang tepat yang diperuntukkan untuk mengisi hatiku. Cinta kirimanNya sebagai hadiah penjagaanku yang luar biasa untuk hatiku. Ya, cinta yang mulia untuk hati yang terjaga... Alangkah indahnya...

Sekarang tibalah saatnya menyampaikan berita duka. Sang cinta yang kuyakini akan selalu mengisi relung hatiku ternyata juga tak mampu bertahan lebih lama saat Sang Pemilik Cinta memanggilnya... Ya, cinta pergi.. Meninggalkan hatiku... Hancurlah semuanya. Semua mimpi yang kubangun atas namanya hancur luluh. Semua asa yang pernah terlintas, menguap entah kemana.. Lalu tinggallah aku dengan hati yang terluka.. Akhirnya merasakan juga yang namanya ‘patah hati’. Tapi baru kusadari ternyata hatiku tak sekedar patah, melainkan udah hancur berkeping-keping.. Luluh lantak, tak berbentuk lagi.. Hanya tinggal puing sisa kejayaan cinta...

Waktu terus bergulir membuatku sadar kalau kepergian cinta bukan untuk diratapi. Aku tak mau menghancurkan hatiku lebih parah lagi. Biarlah kini kuberjuang, mengumpulkan puing hatiku yang udah hancur. Mengambil serpihan hati yang telah patah. Kembali membangunnya, berjuang memperbaikinya... Biarlah kini aku menata kembali hatiku... mencoba kembali menghiasinya, dan kembali menjaganya-seperti dulu..

Ya, menjaga hati setelah ditinggal cinta... Aku yakin aku bisa. Bukankah akan sama seperti dulu? Saat cinta belum datang dan hatiku masih terjaga, belum terjamah.. Ya, semua akan kembali seperti semula.. Menjaga hati, menunggu hadirnya cinta kembali. Cinta yang benar-benar untukku. Cinta yang emang ditakdirkan untuk mengisi hatiku.. Tapi bukan sekarang, mungkin setahun lagi, atau dua tahun, atau sepuluh tahun?? Entahlah, akupun tak pasti kapan hatiku akan siap menerima kehadiran cinta. Yang jelas sekarang hatiku belum bisa diisi, belum bisa dimasuki. Karena masih UNDER-CONTRUCTION.


Kamar kehidupan, Feb 12, 2011 @ 04:19pm


0 comments:

 

Journal of an unbeatable stubborn dreamer... Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea